Terpopuler  
  Terkini  
Pengumuman
Statistik User
    453347
    Pengunjung hari ini : 632
    Total pengunjung : 97417
    Hits hari ini : 2056
    Total Hits : 453347
    Pengunjung Online : 1
Jumat, 26 April 2013 - 09:35:05 WIB
H. BAMBANG IRAWAN, SH., M.Kn
Diposting oleh : sri rachma chandrawati
- Dibaca: 3713 kali

 

The Dreams Comes True

 

            Sosok yang satu ini amat unik, humoris, fokus dan religius. H. Bambang Irawan, SH., M.Kn., soal sikap yang humoris beliau selalu spontan berucap ‘Mantabbs boss’, kalau soal fokus apa yang dia kerjakan seteliti mungkin bahkan sesuatu yang tidak mungkin pun dipikirkannya. Nah, klo soal religius memang sosok muslim taat yang insya Allah selalu menjalankan Wajib dan Sunnah ajaran Agama Islam.

 

Bicara unik, inilah yang menjadi kesan saya-(Andy INFOLAND) saat mendatangi kantornya di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan Banten. Nak, jika kamu besar nanti, kamu mau jadi apa? Tanya ibu kepada anaknya. Lalu anaknya spontan menjawab, “jadi Presiden, dokter dan polisi bu, jawab anak atas pertanyaan ibunya.

 

            Sudah menjadi khalayak umum, pertanyaan dan jawaban selalu bersamaan. Tapi, jawaban itu sangat berbeda dari seorang anak bernama Bambang Irawan yang lahir pada 11 Februari 1963 dalam masa kehamilan 6,5 bulan atau prematur. “Spontan saya menjawab, mau jadi notaris bu, ujar Bambang yang mempersunting Adi Astuti sebagai istrinya sejak 1990 silam.

 

            Alkisah, waktu kecil saya sering diajak ibu saya pergi ke notaris, lalu saya melihat betapa berwibawa, kharismatik dan menyenangkan. Dimana  ketika Pak Notaris Muhammad Ali yang berkantor di Jalan Gatot Subroto Nomor 99, beliau begitu gagah memakai jas dan dasi, murah senyum dan saya kepingin seperti itu, cerita Bir begitu ia akrab disapa.

 

             Ibu saya seorang bisnis woman, dialah idola saya dari kecil yang  tidak pernah mengenal kata menyerah, kerja keras dan luar biasa. Sedangkan ayah saya pegawai bank Indonesia yang mengajarkan kebaikan, seperti orang jawa pada umumnya yang menekankan untuk bisa menempatkan diri dimanapun kita berada.

 

Bicara profesi notaris, klien datang, ramah tamah, tertawa, tanda tangan dan menolong masyarakat untuk memastikan hak atas tanah, apakah itu sewa menyewa atau jual beli rumah. Begitulah seorang notaris berwibawa, saya pingin seperti itu dan saya berusaha mewujudkannya, bangganya melihat sosok notaris.

 

            Bahkan saya pampang di depan pintu kamar saya, Bambang Irawan S.H. Notaris semenjak SMP (Sekolah Menengah Pertama). Pada waktu SMA saya tanya ayah, saya jadi apa ayah? Jawab ayah baiknya masuk akademi militer, lalu saya daftar ke Akademi Militer di Magelang, namun saya tidak kerasan dan memutuskan mengundurkan diri.

 

Usai keluar dari Akmil saya mendaftar masuk Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (dari tahun 1982 sampai 1987), sambil kuliah sastra Belanda di Universitas Indonesia. Mengingat ayah kerja di Bank Indonesia, saya mengikuti jejak ayah saya, mulailah saya bekerja di Bank Duta, Bank Bukopin dan terakhir Permodalan Nasional Madani (PNM), jadi total di pengalaman bekerja di dunia perbankan selama 22 tahun.

 

Kenapa bapak mau jadi notaris, karena kaya, terhormat Atau berwibawa?, tanya Infoland.

 

            Bambang dengan sigap menjawab, bermartabat dan menolong orang lain. Jabatan notaris itu bisa menolong orang lain yang hendak mengalihkan harta benda atau menyewakan aset-aset ataupun mendirikan perusahaan, semua memerlukan jasa notaris dan PPAT, sehingga kita memberikan kemudahan untuk menolong orang lain.

 

            Selain itu, Notaris-PPAT selalu memberikan kebahagiaan, coba kita lihat, klien datang, saya mau jual rumah Pak ini pembelinya,” sapa klien kepada notaris. Saya periksa dulu berkasnya ya pak, oh ini sudah lengkap, kapan pembayaran selesai, secepatnya. Keesokan harinya klien itu datang dengan suasana senang dan memberikan honorarium kepada saya selaku notaris, ujarnya bercertita.

 

The Dreams Comes True, imbuh Bambang, “itulah yang saya rasakan bangga dan bersyukur sudah dikasih seperti ini sama Allah, ini tugas mulia, bermartabat dan sangat luar biasa, baik masa kini maupun nanti.” Jabatan yang begitu spesial terutama Pejabat Lelang Kelas II ini sangat luar biasa, bayangkan saja, aset Perbankan yang nilainya mencapai Rp. 300 triliun di tahun 2013 yang masuk kategori macet 1%, sehingga nilai asetnya mencapai Rp. 3 triliun.  

 

Inilah profesi yang masuk kategori profesi terhebat di Amerika Serikat, menambah ekspektasi luar biasa dan itulah anugerah. Sungguh sebuah karunia yang luar biasa, bahkan ketika dikabarkan lulus, saya menangis dan bersyukur tak terhingga, saya merasa tidak percaya atas kelulusan tersebut, Subhanallah Walhamdulillah, tuturnya terus berzikir mengumandangkan kalimat-kalimat syukur. 

 

Soal memilih kantor, saya melihat disini peluangnya sangat besar, selain saya tinggal di daerah sini, jabatan PPAT itu memerlukan peluang bisnis perumahan dan Perbankan, sehingga jalan saya semakin lancar. Tidak harus bersusah payah,  BCA Syariah,  BRI Syariah, Bank Mega, Bank Tabungan Negara, BII Syariah dan Bank Muamalat menawarkan kerjasama, saya cukup beruntung karena dipilih oleh mereka, sungguh nikmat yang tak terukur nilainya.

 

            Bicara organisasi profesi, saya melihat dari visi dan misi yang ada dalam organisasi jelas arahnya yakni memajukan anggota IPPAT, INI dan IPL2I, sehingga jauh dari ambisi pribadi untuk memperkaya diri dan ini harus didukung, karena komitmen atas kepengurusan yang dipimpin Sri Rachma Chandrawati sangat jelas, sehingga saya yakin di tangan yang benar kita bisa memiliki gedung sendiri, memiliki tempat bertanya, mengembangkan diri dan membesarkan organisasi.

 

            Soal bagi waktu, Alhamdulillah kebersamaan kita-(keluarga) selalu saling berkomunikasi, saya lebih mengutamakan menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah daripada keluarga kaya raya tapi bercerai berai dan saya ini tipe family man, jadi lebih mengutamakan keluarga, teman  dan lingkungan yang baik. Hal itulah yang saya lihat dari sosok Bu Rahma yang mempunyai tujuan yang baik dan ketangguhannya luar biasa, itu harus dimiliki seorang pemimpin.

 

            Singkat kata, saya kenal istri sejak kelas satu SMA Negeri 3 Jakarta, jadi total jendral sama istri saya itu kurang lebih 33 tahun. Jadi saya bisa nyaman kalau bekerja bersama istri saya, karna saya dari dulu menempatkan diri saya sebagai imam buat istri saya. Oleh karenanya, kantor ini selain kantor notaris yang dikelola saya, juga desain interior yang dikelola istri saya.

 

            Bahkan baru-baru ini, istri saya menangani Pondok Indah Golf dan interior perumahan Sinar Mas Group dan juga gedung BNI 46 Intelligent Building. “Alhamdulillah, saya sangat beruntung, I am happy man, saya laki-laki yang beruntung,” ujarnya sambil berdiri kegirangan.

 

            Sungguh indah hidup saya, jam 8 pagi hingga 5 sore untuk notaris-PPAT dan Pukul 19.00 sampai jam 12 malam saya menjalankan bisnis yang lainnya. Memang kita harus sadari bahwa notaris-PPAT masa panennya lama, jadi harus ada keterampilan bisnis lainnya untuk sementara menghidupi jabatan notaris-PPAT. 

 

            Jika berkaca, pada saat saya susah mencari job referensi di notaris, susah sekali, kenyataan itulah membuat saya bertekad, kalau saya nantinya menjadi notaris-PPAT yang berhasil saya akan memudahkan siapapun, karena saya yakin semua orang bisa berhasil dan rejeki sudah diatur Allah SWT, kalau kita memudahkan urusan orang lain hidup kita jadi indah, paparnya.

 

            Bicara penerus usaha, dua malaikat kecil nan cantik Bambang Irawan, yakni Tasya Marwita Irawan dan Syahnaz Widyastuti Irawan, saya serahkan kepada mereka-(anak-anak), tegas Bambang, “tapi alangkah sayangnya kalau tidak ada yang meneruskan usaha saya dan istri saya.” Apabila melihat kondisi perekonomian Indonesia yang sangat meningkat pasti prospek menjadi notaris PPAT sangat luar biasa, tentunya saya harapkan tidak mendapatkan  kesulitan seperti saya awal dulu.

 

            Nah, bicara anak saya ada cerita yang perlu dibagikan, masa penantian mendapatkan anugerah anak kita-(Bambang dan istri) selama 7 tahun baru punya anak, usaha kemanapun sudah saya jalani, tetap saja saya tidak dikaruniai anak. Di masa penantian tersebut saya bernazar, Ya Allah kalau saya dikasih anak saya ingin naik haji, Alhamdulillah lahir anak dan tambah anak lagi di tahun berikutnya, tapi saya lupa nazar untuk berangkat haji, maklum prioritas duniawi seperti mobil dan lainnya.

 

Namun saya tersentak, ketika rekan saya di kantor menegur saya, Pak Bambang di dahinya ada gambar Ka’bah wah kaget saya, waduh ada apa apa ya? Tanya saya lagi, Pak Bambang punya nazar gak? Iya, punya nazar berangkat haji kalau dikaruniai anak.

 

 Saya ingat sekali di tahun 2001 disaat saya tidak kerasan kerja di Perbankan, terus dalam hati saya bertanya apa yang harus saya lakukan? Setelah lama menunggu jawaban, seperti dapat petunjuk, “keluar, nanti dapat gantinya” setelah pulang dari haji, saya sampaikan bahwa saya mau keluar mau sekolah lagi.

 

Hidup memang penuh keajaiban, saya selalu mencium, saya selalu minta maaf dan do’a restu untuk kedua orangtua saya, terutama ibu saya yang masih hidup. Tapi itu hal yang umum, semua orang bisa, hidup Alhamdulillah bersinar, terang, apalagi dapat restu orang tua, “mantabb boss,” ujar Bambang.

 

Saat ditanya, Adi Astuti sang pendamping hidup Bambang menuturkan, “Kekuatan cinta memang menjadi pondasi penting, saya percaya suami dan terus mendukung apa yang dia kerjakan, karena saya yakin pasti untuk tujuan yang baik. Selain kepercayaan, sabar dan ikhlas, karena suami saya ingin maju, berapapun yang kita dapat harus bersyukur.

 

            Suami saya itu orangnya sangat optimis, imbuh lulusan New York Institute Technology, dia optimis sekali dengan apa yang dia kerjain, walaupun ada suatu kegagalan dia nggak pernah mengeluh, dia nggak pernah putus asa, begitu dia ada sesuatu yang gagal dia cari lagi yang lain, disitu yang saya kadang-kadang kagum,  terus terang mungkin saya juga tidak sekuat dia

 

            Intinya saya juga cukup bangga, bahkan sekarang ini perjuangan dia yang sudah dilalui selama ini banyak juga rintangan tapi itu memang nikmat juga, ketika dia jalani dengan penuh perjuangan dan penuh optimis dan memberikan kepercayaan kepada saya “kamu pasti bisa” pasti berhasil dan dia selalu orangnya sangat terbuka, jadi tidak ada kekhawatiran. (ANR)


Artikel Artis Lainnya
73 Komentar :

Bambang irawan
28 April 2013 - 22:01:34 WIB

“Ya Allah, jadikanlah aku kecil di dlm padanganku, tetapi mulia di dlm pandangan hamba-hamba-Mu. Ya Rabb, janganlah Engkau pernah biarkan aku menguasai diriku walau sekejap matapun. Rahmat-Mu yang selalu kuharap menyertai diriku. Baguskanlah seluruh keadaan bagiku. Hanya Engkau tempatku mengabdikan diri” (HR Bukhari, Ahmad & At Tirmidzi). Jauhkanlah hamba dan Kawan Kawan Hamba dari Sifat RIA & SOMBONG ya ALLAH. AMIEN
Bambang irawan
28 April 2013 - 22:09:59 WIB

Orang yg merasa sukses tanpa ibadah adalah ibarat bangunan tanpa pondasi, bangunannya akan goyah dan akhirnya roboh, Sesungguhnya dengan ibadah yg baik, akhlak menjadi terjaga qolbu menjadi tentram, pikiran menjadi jernih dan senatiasa selalu ditolong Allah SWT, Mudah Mudahan kita bisa mempunyai ibadah yg tangguh sehingga bisa mengawali kesuksesan di hari hari kedepan dengan baik bersama bimbingan Tuhan YME. Amien.
Bambang irawan
28 April 2013 - 22:31:25 WIB

Sahabatku, Doa adalah penjernih keruhnya problem kehidupan. Ia juga penyulut kebahagiaan & penyebab keberuntungan. Doa merupakan obat yg paling berkasiat, ia akan mencegah, menghalangi & menghapuskan bencana yad atau meringankan bencana yg ada apabila bencana tsb terlanjur turun. Berbahagialan dengan Doa karena Doa itu adalah senjata ampuhnya orang beriman. Semoga Doa Doa kita dijabah oleh Sang Maha Pencipta. Amien.mien
Eka R. Satrio
04 Mei 2013 - 10:14:20 WIB

Hanya beberapa gelintir orang yang menjadi sahabat saya yang pada saat tiba waktu shalat mengajak bergegas menghadap Allah sebagai sang pencipta.
Dia (Bambang Irawan) sangat tahu bersyukur kepada sang khalik yang telah menciptakan, memberi rizki, memberi kehidupan yang berwarna warni. Semoga Allah selalu menjadikan hambanya yang pandai bersyukur atas segala nikmat & karuniaNya, Dan menjadikan hamba yang tidak cinta dunia & takut mati. Karena segala sesuatu kebaikan yang abadi hanya ada di surga Nya.
Dia sahabat yang sangat peduli kepada kawan yang sedang kesulitan. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat & karunianya kepada beliau serta keluarga besarnya. Amien
Taufiq Rahman
06 Mei 2013 - 00:00:18 WIB

Semoga selalu dalam lindungan dan bimbingan-Nya buat Bambang Irawan... Selama berinteraksi dengan beliau di pengurus pengajian alumni sma3 Jkt, lulusan thn 1982 (382), Bambang sangat bersahaja, menyenangkan setiap teman, murah senyum, selalu ceria dan semangat. Begitu pula dgn kegigihannya mendukung istri, Adi Astuti berangkat Haji thn 2010 bersama kami, travel Labbaika haji & umroh... semoga tetap istiqomah ya H. Bambang Irawan...
Ajat Sujatmika
06 Mei 2013 - 09:13:54 WIB

Saya kenal Bambang Irawan sejak tahun 1983, ketika kami sama-sama kuliaj di fakultas sastra Universitas Indonesia. Dia adalah pribadi yang sangat baik dan perduli terhadap teman, humoris, dan selalu siap jika ada teman yang butuh pertolongan. Saya salah satu teman dia yang sering kali mendapat bantuan dan nasihat di kala saya sedang menghadapi suatu masalah dan saya selalu termotivasi oleh dia umtuk slalu bangkit dari keterpurukan. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan kesuksesan kepada dia dan keluarga nya. AMIEN...
Ajat Sujatmika
06 Mei 2013 - 10:01:35 WIB

Saya kenal Bambang Irawan sejak tahun 1983, ketika kami sama-sama kuliah di fakultas sastra Universitas Indonesia. Dia adalah pribadi yang sangat baik dan perduli terhadap teman, humoris, dan selalu siap jika ada teman yang butuh pertolongan. Saya salah satu teman dia yang sering kali mendapat bantuan dan nasihat di kala saya sedang menghadapi suatu masalah. Saya selalu termotivasi oleh dia untuk slalu bangkit dari keterpurukan. Alhamdulilah sampai detik ini silaturahmi diantara kami tetap terjaga dengan baik. Semoga Allah SWT membalas amal baik nya dan selalu memberikan kesehatan serta kesuksesan kepada dia dan keluarga nya. AMIEN..

Bambang Irawan
10 Mei 2013 - 10:00:22 WIB

Assalamualaikum,

Terima kasih atas komentar spontanitasnya, karena sesungguhnya Segala Pujian hanyalah milik Allah swt semata dan kita manusia tempat berbuat kesalahan dan dosa. Tugas kita adlh hanyalah bekerja dgn mengharap ridha Allah swt, dan tdk mengharap apa2 dr manusia, tetapi mensyukuri hasilNya.

Jazakumullah khoirn

Bambang Irawan
10 Mei 2013 - 10:18:26 WIB

Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] ( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4/228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25/145, Asy Syamilah)l
Eka R. Satrio
12 Mei 2013 - 11:22:14 WIB

Dream comes true sudah dicapai. semuanya karena Allah bukan karena kemampuan sendiri. Pujian juga telah berdatangan dari berbagai pihak. sebagai saudara seiman, saya hanya ingin mengingatkan bahwa seorang sahabat Rasul ketika menerima beberapa pujian, dia mengatakan bahwa pujian itu bagaikan sebilah pedang yang menempel dileher dan siap menebas setiap saat. maksudnya pujian dapat membuat hati kita menjadi ria, ujub, takabur dan menjadikan kita sombong. kesombongan tersebut dapat membuat kita jauh dari rahmat & karunia Allah. Karena Allah tidak suka orang yang sobong.
Saya yakin seorang Bambang Irawan bukan tipe manusia seperti itu dia akan tetap tawaldu walau kesuksesan dari Allah telah di dapat.

<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 8 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Selebrita